Kencang, angin terasa begitu kencang merasuk di akhir November.
Awan begitu keruh penuh dengan campuran keluh.
Prasangka dan prediksi menjadi gagasan dalam membuat parameter.
Kita selalu hidup dalam putaran jenuh.
Seorang tamak mengadu pada kuasanya agar tidak lengser.
Kelompok legowo selalu merasa sudah penuh.
Ini bukanlah pertandingan menilai seorang kader,
tapi susunan peletakan batu setapak untuk dia yang sepuh.
Banal, ya memang banal caranya
tapi Kita selalu hidup dalam putaran jenuh.
Seorang tamak terlihat seperti tidak memiliki batasan.
Apakah tanpa batasan, tidak ada garis akhir?
Akan kah seorang tamak berhenti atau lebih tergoda pada pintasan?
Durasi dan waktu menjadi inti dari batasan akhir.
Banal? Ya, itulah banal.
Kita selalu hidup dalam putaran jenuh.
Durasi dan waktu menjadi inti dari batasan akhir.